HSI 01 HALAQAH 04 (BELAJAR TAUHID)Abdullah Roy.MA

HSI 01 Halaqah 04 Syirik Membatalkan Amalan
بسم الله الرحمن الرحيم ,السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُه , الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Halaqah yang ke 4, syirik Membatalkan Amalan 

Pernahkah Anda kehilangan file data berharga, hasil kerja keras Anda selama berhari-hari atau berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun? bagaimanakah perasaan Anda saat itu? sedih bukan! terkadang seseorang berani untuk membayar jutaan rupiah asal file yang berharga tersebut kembali. 

Saudaraku sekalian.. 
Syirik adalah dosa besar yang bisa membatalkan amalan seseorang. Allâh سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى telah berfirman: 

وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ بَلِ اللَّهَ فَاعْبُدْ وَكُنْ مِنَ الشَّاكِرِينَ

“Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu Wahai Muhammad (Nabi-nabi) dan orang-orang sebelummu bahwa "Apabila kamu berbuat syirik Maka sungguh akan batal amalanmu dan jadilah engkau termasuk orang-orang yang merugi" Maka sembahlah Allâh saja dan jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur". (QS. Az-Zumar: 65-66)

Dalam ayat ini, seorang Nabi pun apabila dia berbuat syirik maka batal amalannya, Oleh karena itu, saudara sekalian jagalah amalan Anda yang sudah Anda tabung bertahun-tahun, jangan biarkan amalan tersebut hilang begitu saja hanya karena kejahilan Anda terhadap Tauhid dan juga syirik. terkadang sebuah perbuatan yang kita anggap biasa bisa menghancurkan amalan sebesar gunung dan belum tentu ada waktu lagi untuk bisa menabung kembali. 

Itulah halaqah yang ke 4 dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين

Saudaramu,
Abdullah Roy
kota Madinah

Disalin kembali oleh : Abu Khalid Ryan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KUNCI JAWABAN DURUSUL LUGHAH AL-ARROBIYYAH JILID 1-3

SOAL HARIAN DAN PEKANAN HSI ABDULLAH ROY (BELAJAR TAUHID) HALAQAH 1-5 BAGIAN 1

MATERI DAN SOAL HARIAN-PEKANAN HSI (MUKADDIMAH PENGAGUNGAN TERHADAP ILMU HALAQAH 1-5)